- Bapak Arif Suhardiman, SE ( Fas.Keu Kabupaten PNPM Kab. Kediri )
- Ibu Setyo Rini ( asisten Fasilitator Kabupaten PNPM Kediri )
- Ibu MasnaWati ( Fasilitator PNPM Kec. Ngasem . Kab. Kediri )
- Bapak Ferri Ardianto, SE ( Fasilitator PNPM Kec. Kandat; Kab. Kediri )
- Bapak Sugeng Subarkah ( Fasilitator PNPM Kec. Kras; Kab. Kediri )
- Bapak Ir. Bawono ( Fasilitator PNPM Kec Ngancar Kab. Kediri )
- Bapak Samsul Fatriadi, S.Pt ( Fasilitator PNPM Kec. Ringin Rejo Kab. Kediri )
- Bapak Untung Slamet Riadi, ST ( Fasilitattor PNPM Kec. Wates Kab. Kediri )
- Ibu Desi Farida ( Fasilitator PNPM Kec. Mojo Kab. Kediri )
- Ibu Farida Zulaikah ( Fasilitator PNPM Kec. Kunjang Kab.Kediri )
- Ibu Ir. Ari Nur Baiti ( Fasilitator PNPM Kec. Pagu Keb. Kediri )
Mengajak para dermawan dalam program INFAQ BUKU non Fiksi untuk menambah koleksi pustaka RUMAH BACA MASYARAKAT menjadi Ladang Penggalian Ilmu
Jumat, 04 Mei 2012
TERIMA KASIH REKAN DONATUR buku
Terima kasih atas partisipasinya untuk menambah koleksi buku di Rumah Baca Masyarakat Blitar :
Kamis, 03 Mei 2012
MERENUNG di tepi waktu HARDIKNAS
KOMERSIALISASI
PENDIDIKAN DALAM
LEMAHNYA LEMBAGA
PENDIDIKAN
Saya masih ingat , saat kawan
saya menyampaiakan peluang bisnis yang tak akan surut,. Apa itu ?
Bisnis pendidikan dan bisnis
kesehatan . mengapa demikian..?
Sekarang ini tingkat kesadaran
orang tua mendudukkan posisi ANAK sebagai asset jangka panjang, dan pendidikan untuk menjamin masa depan anak.
Dan beberapa orang telah memulainya dari usia dini, anak sudah dihadapkan
lingkungan yang mendidik. Tren atau kesadaran mencetak anak pintar adalah keharusan.
Kesehatan juga demikian , saat
berkembangnya jenis penyakit, berkembang pula produk penawar segala penyakit. Nilai
kesahatan menjadi harga luar biasa berbanding lurus dengan produktifitas kerja.
Dan produktifitas kerja menjadi mutlak untuk terus bertahan dalam situasi dikuranginya
subsudi BBM
Lembaga pendidikan formal ( SD,
SMP, SMU dll ) lahirnya jauh lebih awal dari saya lahir ( 1980 ). Guru – guru
yang mengajarpun jauh lebih dulu kita, dan usia seorang guru dengan peserta
didiknya rata-rata berkisar 10 – 40 tahun. Namun mengapa keluaran kwalitas
lembaga pendidikan formal tersebut sering kali dinilai tidak maksimal.
Durasi waktu anak belajar di
sekolah tidak cukup lagi untuk mengenyam seluruh mata pelajaran yang
disampaikan oleh guru. Belum lagi kwalitas penyampaian guru kurang memadahi.
Alih alihnya anak menambahkan jam belajarnya diluar lembaga bimbingan belajar.
Ini jelas lahirnya ketidak percaaan lembaga pendidikan formal.
Sebenarnya dari dulu saya kurang
sreg dengan lahirnya lembaga bimbingan belajar, ini berarti sekolah formal
tidak mampu membimbing peserta didik untuk belajar.
Yang lebih hebat adalah
propaganda lembaga bimbingan belajar memberikan “garansi tidak lulus uang
kembali”. Mengapa lembaga pendidikan formal tidak berani seperti itu…bahkan
pernah ada fenomena Guru membuka les
prifat di rumahnya yang berbuntut mendorong muridnya untuk belajar kepadanya,
dan terjadi diskriminatif kwalitas pengajaran yang disampaikan di sekolah
dengan apa yang disampaikan di rumahnya ( les prifatnya )
Dorongan
pemerintah untuk meningkatkan pendidikan melaui kebijakan system sertifikasi
guru / peningkatan kesejahteraan guru masih belum menyentuh permasalahan
subsantsi pendidikan. produktifitas dan kwalitas guru hanya dipantau
dengan jam tayang mengajar, dan Kompetensi
guru perlu ditingkatkan beriring dengan perkembangan pendidikan baik guru
generasi SEPUH maupun guru muda.
Beberapa kasus
rekrutmen guru Bantu, guru honorer yang dilakukan sekolah tidak didasarkan akan
kompetensi guru cenderung system ‘dulur dewe, bolo dewe”.padahal rekrutmen
tersebut sebagai entri point beranjak data base proses panjang calon PNS yang
tentunya akan menjadi penerus penganjar kedepan.
Beberapa
pemerintah daerah mencoba menerapkan perlakuan yang berbeda, peserta didik dari
wilayahnya diperhatikan dibanding dari peserta didik luar daerah, diskriminatif
tentunya namun hal ini memberikan sinyal kepada daerah lain untuk mendorong
peningkatan kawalitas pendidikan. Selain itu juga daerah harus melakukan pola
penyebaran guru-guru berkwalitas pendidikan lebih merata. Sehingga tidak terkesan sekolah di A lebih
bonafit disbanding sekolah L. Ini jelas sebuah kesenjangan produk kebijakan
penyelenggaraan pendidikan. Lebih – lebih lebelitas sekolah tarap
internasional.
Kita mendorong
pekerja pendidikan terus optimal meningkatkan kapasitasnya agar tidak terkesan
“NGUGURNE
KEWAJIBAN” saja, dan berharap suatu saat dimana peserta didik merasa
cukup belajar di sekolah bersama bapak / ibu gurunya tercinta dan tidak lagi
menambah jam belajarnya di Lembaga Bimbingan belajar..
Anak cukup
belajar secara mandiri mengembangkan keilmuannya di rumahnya sendiri dan
kemudian diumpan balikkan di sekolah sebagai proses dinamis antara guru dan
anak. BRAVO PENDIDIKAN INDONESIA…selamat HARDIKNAS
Senin, 30 April 2012
GENERASI MEMBACA GENERASI INTLEKTUAL
Menyiapkan generasi sejak dini mengelana dalam berbagai media baca, agar mendapati nilai – nilai yang membentuk karakter anak. Menyiapkan jendela dunia lewat membaca..
Yakinkan membaca adalah aktifitas yang menyenangkan, karenan lingkungan telah banyak berubah dengan dunia GAME hingga anak tak beranjak dengan dunia maya..ini sunnguh menjadi bahaya laten untuk perkembangan anak…
TRIK PENJUMLAHAN MELALUI PROGRAM WORD
PENJUMLAHAN MELALUI PROGRAM WORD.
Penjumlahan dengan memakai Microsoft EXCEL itu mungkin
sudah sangat lajim namun Microsoft WORD
dapat digunakan tanpa menggunkan media mesin penghitung / kalkulator,
bagaimana caranyan :
A.
PADA MICROSOFT WORD 2003
Penjumlahan
akan berfungsi jika nomor-nomor yang akan dijumlahkan disusun /
ditempatkan pada table dan arahkan mouse /kursor
pada kotak yang akan menjadi hasil penjumlahan.
Arahkan mouse kepada kolom penjumlahan
Klick
TABLE dan pilih dan Klick formula
Contoh
|
SEBELUM
|
SESUDAH
|
||||||||
arahkan mouse / kursor
|
|
Ini juga berlaku penjumlahan
yang menyamping seperti
|
12
|
1
|
34
|
10
|
12
|
55
|
124
|
B.
PADA MICROSOFT WORD 2007
Seperti
pada WORD 2003 opersi penjumlahan berlaku hanya pda kolom saja.
Arahkan
MOUSE / kursor pada kolom hasil penjumlahan, jika
tidak dalam toollbar akan sulit kita
tool penjumlahan.
Cari LAYOUT (
biasanya sebelah paling kanan atas ) dan klick LAYOUT
- klick DATA
Pilih
dank lick symbol fx dan
enter. Akan tampil hasil penjumlahannya.
|
12
|
1
|
34
|
10
|
12
|
55
|
|
|
12
|
1
|
34
|
10
|
12
|
55
|
124
|
Mungkin
anda kurang puas dengan menggunakan itu, dengan terbatasnya kemampuan operasi
penghitungan, anda dapat menampilkan / menyelipkan file excel ditengfah-tengah
file word anda dan dapat diedit secara langsung tanpa membuka lagi file awa
ecxel anda :
dengan
memanfaatkan :
TOOL
pada INSERT pilih TABLE dan pilih menu pilihan TABLE – EXCEL SPREADSHEET (
dengan symbol kolom dan sombol X ( excel ) )
Selamat mencoba…!
mengapa KORUPSI oh mengapa ANGELIA SONDAHK
- Dalam hiruk pikuknya pemberitaan kasus hukum korupsi yang menyeret mantan putri indonesia tahun 2001 ( Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau dipanggil Angie ) menjadi kesekian kalinya pejabat publik yang bermain-main dengan uang negara. situasi yang sungguh menyulut emosi betapa mudah perampasan uang negara dengan dalih beragam dengan melibatkan banyak orang.
- ini sungguh ironis ketika mereka menjabat dengan lebelitas yang melekat sebagai anggota lembaga terhormat, dengan kemampuan intlektual yang tinggi namun menyimpan sejuta tanya yang sebelumnya jauh dari angan kita ( karena kita sering berkhusnudhon /berbaik sangka )
- tentunya membuka kata tanya
- "apakah jika tidak dengan korupsi jabatan akan terancam...?"
- "apakah dengan tidak korupsi beresiko instabilitas politik dan ekonomi keluarga terancam'...?"
- "atau dengan tidak korupsi akan terjerembab pada diskriminatif dinternal partai dengan lebel kader mokong..?"
- Apa yang melatar belakangi untuk berkompromi pada korupsi kita tidak tahu, atau dengan kata -kata yang sudah terlambat " aku hanya dijadikan korban konspirasi " dan lain sebagainya , dari kita kembali gundah apakah masih ada pemimpin yang bersih dengan korupsi...? ada tentunya, tukang cukur, tukang ojek, pak Agus penjual gorengan atau mungkin terlalu berlebih itu.
- atau mungkin sebagai kelengkapan sosok seorang peminpin harus pernah mengenyam jeruji besi , akh itu tentunya juga bukan karen a korupsi; seperti Ir, Sukarno, M. Hatta Mohandas K Gandhi , Eurico Guterres, Permadi dll,
Namun kita berharap korupsi bukan karena kadungnya kawan, lawan, rekan atau kolega telah juga mengambil sikap yang sama untuk berkonpirasi untuk menikmati uang negara dengan korupsi sebagaimana pengakuan Nazaruddin yang disampaikan oleh Bang Ruhut Sitompul dalam media TV swasta..
Situasinya juga pernah dilukiskan oleh pujangga romggowarsito dalam serat KALATIDA : - amenangi zaman édan ( menyaksikan zaman gila, )
- éwuhaya ing pambudi, ( serba susah dalam bertindak, )
- mélu ngédan nora tahan, ( ikut gila tidak akan tahan, )
- yén tan mélu anglakoni, ( tapi kalau tidak mengikuti (gila), )
- boya keduman mélik, ( tidak akan mendapat bagian, )
- kaliren wekasanipun, ( kelaparan pada akhirnya, )
- ndilalah kersa Allah, ( namun telah menjadi kehendak Allah, )
- begja-begjaning kang lali, ( sebahagia-bahagianya orang yang lalai, )
- luwih begja kang éling klawan waspada ( akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada. )
- Belia adalah Raden Ngabehi Rangga Warsita (alternatif: Ronggowarsito; lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 15 Maret 1802 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 24 Desember 1873 pada umur 71 tahun) yang hidup di jamandi Kasunanan Surakarta.
ataukah sejarah telah diawali dengan konspirasi pat gulipat sebagai proses penyeimbang dalam berjuang " amar makruf nahi mungkar.." Tuhan yang tahu....
Selasa, 24 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)