Jumat, 04 Mei 2012

TERIMA KASIH REKAN DONATUR buku

Terima kasih atas partisipasinya untuk menambah koleksi buku di Rumah Baca Masyarakat Blitar :
  1. Bapak Arif Suhardiman, SE ( Fas.Keu Kabupaten  PNPM Kab. Kediri )
  2. Ibu Setyo Rini ( asisten Fasilitator Kabupaten PNPM Kediri )
  3. Ibu MasnaWati ( Fasilitator PNPM Kec. Ngasem . Kab. Kediri )
  4. Bapak Ferri Ardianto, SE ( Fasilitator PNPM Kec. Kandat; Kab. Kediri )
  5. Bapak Sugeng Subarkah ( Fasilitator PNPM Kec. Kras; Kab. Kediri )
  6. Bapak Ir. Bawono ( Fasilitator PNPM Kec Ngancar Kab. Kediri )
  7. Bapak Samsul Fatriadi, S.Pt ( Fasilitator PNPM Kec. Ringin Rejo Kab. Kediri )
  8. Bapak Untung Slamet Riadi, ST ( Fasilitattor PNPM Kec. Wates Kab. Kediri )
  9. Ibu Desi Farida ( Fasilitator PNPM Kec. Mojo Kab. Kediri )
  10. Ibu Farida Zulaikah ( Fasilitator PNPM Kec. Kunjang Kab.Kediri )
  11. Ibu Ir. Ari Nur Baiti ( Fasilitator PNPM Kec. Pagu Keb. Kediri )
Segenap pengelola Rumah Baca Masyarakat Blitar menyampaikan banyak terima Kasih , dan apa yang sudah di INFAQ kan semoga menjadi manfaat dan senantiasa kami jaga keberadaannya sebagik-baiknya.

Kamis, 03 Mei 2012

MERENUNG di tepi waktu HARDIKNAS


KOMERSIALISASI PENDIDIKAN DALAM
LEMAHNYA LEMBAGA PENDIDIKAN

Saya masih ingat , saat kawan saya menyampaiakan peluang bisnis yang tak akan surut,. Apa itu ?
Bisnis pendidikan dan bisnis kesehatan . mengapa demikian..?
Sekarang ini tingkat kesadaran orang tua mendudukkan posisi ANAK sebagai asset jangka panjang,  dan pendidikan untuk menjamin masa depan anak. Dan beberapa orang telah memulainya dari usia dini, anak sudah dihadapkan lingkungan yang mendidik. Tren atau kesadaran mencetak anak pintar adalah keharusan.
Kesehatan juga demikian , saat berkembangnya jenis penyakit, berkembang pula produk penawar segala penyakit. Nilai kesahatan menjadi harga luar biasa berbanding lurus dengan produktifitas kerja. Dan produktifitas kerja menjadi mutlak untuk terus bertahan dalam situasi dikuranginya subsudi BBM

Lembaga pendidikan formal ( SD, SMP, SMU dll ) lahirnya jauh lebih awal dari saya lahir ( 1980 ). Guru – guru yang mengajarpun jauh lebih dulu kita, dan usia seorang guru dengan peserta didiknya rata-rata berkisar 10 – 40 tahun. Namun mengapa keluaran kwalitas lembaga pendidikan formal tersebut sering kali dinilai tidak maksimal.
Durasi waktu anak belajar di sekolah tidak cukup lagi untuk mengenyam seluruh mata pelajaran yang disampaikan oleh guru. Belum lagi kwalitas penyampaian guru kurang memadahi. Alih alihnya anak menambahkan jam belajarnya diluar lembaga bimbingan belajar. Ini jelas lahirnya ketidak percaaan lembaga pendidikan formal. 
Sebenarnya dari dulu saya kurang sreg dengan lahirnya lembaga bimbingan belajar, ini berarti sekolah formal tidak mampu membimbing peserta didik untuk belajar.
Yang lebih hebat adalah propaganda lembaga bimbingan belajar memberikan “garansi tidak lulus uang kembali”. Mengapa lembaga pendidikan formal tidak berani seperti itu…bahkan pernah ada fenomena Guru  membuka les prifat di rumahnya yang berbuntut mendorong muridnya untuk belajar kepadanya, dan terjadi diskriminatif kwalitas pengajaran yang disampaikan di sekolah dengan apa yang disampaikan di rumahnya ( les prifatnya )

Dorongan pemerintah untuk meningkatkan pendidikan melaui kebijakan system sertifikasi guru / peningkatan kesejahteraan guru masih belum menyentuh permasalahan subsantsi pendidikan. produktifitas dan kwalitas guru hanya dipantau dengan  jam tayang mengajar, dan Kompetensi guru perlu ditingkatkan beriring dengan perkembangan pendidikan baik guru generasi SEPUH maupun guru muda.
Beberapa kasus rekrutmen guru Bantu, guru honorer yang dilakukan sekolah tidak didasarkan akan kompetensi guru cenderung system ‘dulur dewe, bolo dewe”.padahal rekrutmen tersebut sebagai entri point beranjak data base proses panjang calon PNS yang tentunya akan menjadi penerus penganjar kedepan.
Beberapa pemerintah daerah mencoba menerapkan perlakuan yang berbeda, peserta didik dari wilayahnya diperhatikan dibanding dari peserta didik luar daerah, diskriminatif tentunya namun hal ini memberikan sinyal kepada daerah lain untuk mendorong peningkatan kawalitas pendidikan. Selain itu juga daerah harus melakukan pola penyebaran guru-guru berkwalitas pendidikan lebih merata.  Sehingga tidak terkesan sekolah di A lebih bonafit disbanding sekolah L. Ini jelas sebuah kesenjangan produk kebijakan penyelenggaraan pendidikan. Lebih – lebih lebelitas sekolah tarap internasional.

Kita mendorong pekerja pendidikan terus optimal meningkatkan kapasitasnya agar tidak terkesan “NGUGURNE KEWAJIBAN” saja, dan berharap suatu saat dimana peserta didik merasa cukup belajar di sekolah bersama bapak / ibu gurunya tercinta dan tidak lagi menambah jam belajarnya di Lembaga Bimbingan belajar..
Anak cukup belajar secara mandiri mengembangkan keilmuannya di rumahnya sendiri dan kemudian diumpan balikkan di sekolah sebagai proses dinamis antara guru dan anak. BRAVO PENDIDIKAN INDONESIA…selamat HARDIKNAS

Senin, 30 April 2012

GENERASI MEMBACA GENERASI INTLEKTUAL








Menyiapkan generasi sejak dini mengelana dalam berbagai media baca, agar mendapati nilai – nilai yang membentuk karakter anak. Menyiapkan jendela dunia lewat membaca..
Yakinkan membaca adalah aktifitas yang menyenangkan, karenan lingkungan telah banyak berubah dengan dunia GAME hingga anak tak beranjak dengan dunia maya..ini sunnguh menjadi bahaya laten untuk perkembangan anak…

TRIK PENJUMLAHAN MELALUI PROGRAM WORD


PENJUMLAHAN MELALUI PROGRAM WORD.

Penjumlahan  dengan memakai Microsoft EXCEL itu mungkin sudah  sangat lajim namun Microsoft WORD dapat digunakan  tanpa menggunkan  media mesin penghitung / kalkulator, bagaimana caranyan :

A.     PADA MICROSOFT WORD 2003
 Penjumlahan akan berfungsi jika nomor-nomor yang akan dijumlahkan disusun / ditempatkan  pada table dan arahkan mouse /kursor pada kotak yang akan menjadi hasil penjumlahan.

Arahkan  mouse kepada kolom  penjumlahan
Klick TABLE dan pilih dan Klick formula
Contoh

SEBELUM
SESUDAH

10
14
20




 arahkan mouse / kursor


10
14
20
44


Ini juga berlaku penjumlahan yang menyamping seperti

12
1
34
10
12
55
124



B.    PADA MICROSOFT WORD 2007
Seperti pada WORD 2003 opersi penjumlahan berlaku hanya pda kolom saja.
Arahkan MOUSE / kursor pada kolom  hasil penjumlahan, jika tidak dalam  toollbar akan sulit kita tool penjumlahan.
Cari LAYOUT ( biasanya sebelah paling kanan  atas ) dan  klick LAYOUT  - klick DATA
Pilih  dank lick symbol   fx dan enter. Akan tampil hasil penjumlahannya.

12
1
34
10
12
55



12
1
34
10
12
55
124



Mungkin anda kurang puas dengan menggunakan itu, dengan terbatasnya kemampuan operasi penghitungan, anda dapat menampilkan / menyelipkan file excel ditengfah-tengah file word anda dan dapat diedit secara langsung tanpa membuka lagi file awa ecxel anda :
dengan memanfaatkan :
TOOL pada INSERT pilih TABLE dan pilih menu pilihan TABLE – EXCEL SPREADSHEET ( dengan symbol kolom dan sombol X ( excel ) )
 Selamat mencoba…!

mengapa KORUPSI oh mengapa ANGELIA SONDAHK

Dalam hiruk pikuknya pemberitaan kasus hukum korupsi yang menyeret mantan putri indonesia  tahun 2001 ( Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau dipanggil Angie ) menjadi kesekian kalinya pejabat publik yang bermain-main dengan uang negara. situasi yang sungguh menyulut emosi betapa mudah perampasan uang negara dengan dalih beragam dengan melibatkan banyak orang.
ini sungguh ironis ketika mereka menjabat dengan lebelitas yang melekat sebagai anggota lembaga terhormat, dengan kemampuan intlektual yang tinggi namun menyimpan sejuta tanya yang sebelumnya jauh dari angan kita ( karena kita sering berkhusnudhon /berbaik sangka )
tentunya membuka kata tanya 
"apakah jika tidak dengan korupsi jabatan akan terancam...?"
"apakah dengan tidak korupsi beresiko instabilitas politik dan ekonomi keluarga terancam'...?"
"atau dengan tidak korupsi akan terjerembab pada diskriminatif  dinternal partai dengan lebel kader mokong..?"
Apa yang melatar belakangi untuk berkompromi pada korupsi kita tidak tahu, atau dengan kata -kata yang sudah terlambat " aku hanya dijadikan korban konspirasi " dan lain sebagainya , dari kita kembali gundah apakah masih ada pemimpin yang bersih dengan korupsi...? ada tentunya,  tukang cukur, tukang ojek, pak Agus penjual gorengan atau mungkin terlalu berlebih itu.
atau mungkin sebagai kelengkapan sosok seorang peminpin harus pernah mengenyam jeruji besi , akh itu tentunya juga bukan karen a korupsi; seperti  Ir, Sukarno, M. Hatta Mohandas K Gandhi , Eurico Guterres,  Permadi dll,

Namun kita berharap korupsi bukan karena kadungnya kawan, lawan, rekan atau kolega telah juga mengambil sikap yang sama untuk berkonpirasi untuk menikmati uang negara dengan korupsi sebagaimana pengakuan Nazaruddin yang disampaikan oleh Bang Ruhut Sitompul dalam media TV swasta..

Situasinya juga pernah dilukiskan oleh pujangga romggowarsito dalam serat KALATIDA :
amenangi zaman édan            ( menyaksikan zaman gila, )
éwuhaya ing pambudi,            ( serba susah dalam bertindak, )
mélu ngédan nora tahan,      ( ikut gila tidak akan tahan, )
yén tan mélu anglakoni,        ( tapi kalau tidak mengikuti (gila), )
boya keduman mélik,           ( tidak akan mendapat bagian, )
kaliren wekasanipun,            ( kelaparan pada akhirnya, )
ndilalah kersa Allah,             ( namun telah menjadi kehendak Allah, )
begja-begjaning kang lali,      ( sebahagia-bahagianya orang yang lalai, )
luwih begja kang éling klawan waspada   ( akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada. )
Belia adalah Raden Ngabehi Rangga Warsita (alternatif: Ronggowarsito; lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 15 Maret 1802 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 24 Desember 1873 pada umur 71 tahun)  yang hidup di jamandi Kasunanan Surakarta.
ataukah sejarah telah diawali dengan konspirasi pat gulipat sebagai proses penyeimbang dalam berjuang " amar makruf nahi mungkar.." Tuhan yang tahu....